1.1
Latar Belakang
Mikroba
dalam tanah memiliki komunitas dan kehidupanya, sama seperti komunitas ekologi
lainya komunitas mikroba tanah terdiri dari populasi mikroba tanah itu sendiri,
dalam tanah memiliki lapisan-lapisan tanah yang setruktur penyusun dan
kandungan dalam tanahnya itu berbeda, karnanya kehidupan mikroba tanah
tergantuh zat apa yang terkandung di dalam tanah. Mikroba tanah terdiri atass
bakteri, actinomycetes, jamur (fungi), ganggang, dan protozoa.
Bakteri
merupakan yang populasinya paling besar dan ukuranya paling kecil. Ukran
bakteri tanah sekitar 0,5 - 1µm dengn panjang 2 µm. populasi terbesar bakteri
yang dijumpai di dalam tanah adalah Corynebacteriaceae
dengan jumlah mencapai 65%.
Sedangkan
untuk actinimycetes secara morfologinya actinomycees mirip dengan fungi karena
sering membentuk miselia, tetapi selnya masih primitif seperti bakteri yaitu
prokariotik. Kebanyakan actinomycetes merupakan mikroba tanah tetapi hanya dua
jenis yang di jumpai di dalam tanah yaitu Streptomycetes
dan Nokardia. Kemudian fungi (jamur)
yang hidup dalam tanah adalah sejenis Pinicelium,
Fusarium, Mucor, dan Aspegilus.
Selain jenis-jenis tersebut jamur yang dijumpai dalam tanah antara lain adalah Absidia, Botrylis, Cephalossporium,
Chaetomium, Cladosporium, Rhizopus, Trichoderma, Altenaria, Verticilium.
Ganggang (algae) adalah organisme fotosintetik yang dapat di bedakan:
·
Prokariot dimana selnya masih
primitif
·
Eukariaot di antaranya ganggang
hijau,merah, coklat/pirang.
Kemudian protozoa adalah mikro organisme tanah
ada yang bersifat parasit ada juga yang tidak parasit. Dapat dibedakan menjadi
protozoa fotosintetik,protozoa saprofit, protozoa holozik.Beberapa Kriteria Pengelompokan Bakteri TanahBakteri tanah dapat dikelompokkan dalam beberapa kriteria sebagai berikut:
I. Berdasarkan Sumber Makanan, bakteri tanah dikelompokkan menjadi dua, yaitu: Bakteri Autotroph atau Bakteri Lithotropik , yaitu: bakteri yang dapat menghasilkan makanan sendiri, contohnya: bakteri nitrifikasi, bakteri denitrifikasi, bakteri pengoksidasi belerang, bakteri pereduksi sulfat, dll. Bakteri autotroph ini dikelompokkan lagi berdasarkan sumber energi yang diperlukan, yaitu: (a) Bakteri Photoautotroph atau Bakteri Foto Lithotropik: bakteri yang menghasilkan makanan sendiri dan sumber energi yang digunakan berasal dari Sinar Matahari, dan (b) Bakteri Khemoautotroph atau Bakteri Khemolithotropik : bakteri yang menghasilkan makanan sendiri dan sumber energi yang digunakan dari hasil oksidasi bahan organik(Munawar. 1996)
Bakteri Heterotroph atau Bakteri Organotropik, yaitu: bakteri yang mendapatkan makanan dari bahan organik atau sisa-sisa dari makhluk hidup lain, baik fauna maupun flora, dan baik yang makro maupun yang mikro. Bakteri heterotroph ini pun dikelompokkan lagi berdasarkan sumber makanan, menjadi dua kelompok, yaitu: (a) Bakteri Photoheterotroph atau Bakteri Fotoorganotropik: bakteri yang mendapatkan makanan dari bahan organik atau sisa-sisa makhluk hidup lain dan sumber energi yang digunakan berasal dari Sinar Matahari, dan (b) Bakteri Khemoheterotroph atau Bakteri Khemoorganotropik: bakteri yang mendapatkan makanan dari bahan organik atau sisa-sisa makhluk hidup lain dan sumber energi yang digunakan dari hasil oksidasi bahan organik.
II. Berdasarkan Kebutuhan Oksigen, Bakteri dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:
(1) Bakteri Aerob, yaitu bakteri yang selama hidupnya membutuhkan oksigen (O2),
(2) Bakteri Anaerob, yaitu bakteri yang selama hidupnya tidak membutuhkan oksigen, bahkan bila terdapat oksigen bakteri ini mati, dan
(3) Bakteri Mikroaerofilik, yaitu bakteri yang selama hidupnya hanya membutuhkan oksigen dalam jumlah yang sedikit. (Jadambaa, 2006).
METODELOGI PENELITIAN
A. Alat dan Bahan
Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum kali ini adalah
media nutren agar NA, PDA, GYEA, beberapa jenis tanah, akuades seteril, cat
gram, laktofenol, dan alat-alat yang digunakan, peridis steril, tabung reaksi,
mikroskop, objek glass, coverglass, pipet, coloni conter, erlemeyer, botol
semprot, pipet tetes.
B. Cara Kerja
Pengamatan alga dan
ratozoa
1. Tanah di suspensi dengan akuades yang steril diamkan 1 malam
2. Kemudian ambil dan amati pada mikroskop
3. Amati dan gambar jenis protozoa yang timbul
4. Bandingkan dengan jenis anah yang berbeda
Pengamatan
bakteri, actinomycetes, dan jamur
1. Cairkan medium pada water bath
2. Buat suspensi tanah dengan akuades steril
3. Buat seri pengenceran sampai -5
4. Masukan pada petridis
5. Masukan medium pada petridis dan kemudian di ratakan sesuai dengan
fokus yang akan di biakan
6. Inkubasi pada suhu
C selama 24 jam ² 48 jam
7. Hitung jumlah koloni yang ada
8. Amati cri²ciri koloni yang timbul
9. Amati ada koloni yang berbedaBandingakan pada opulasi tanah yang berbeda
0 komentar:
Post a Comment